Apa itu COKING, apa itu CRYSTALYZING?
Gambar coking dan crystalized

Gambar coking dan crystalized - sumber: Chesterton

PenampakanSealface yang mengalami COKING dan kristalisasi bisa dilihat pada foto di atas akibat dari produk yang bersifat COKING dan/atau CRYSTALIZED.

PENYEBAB:

  • Suhu yang sangat tinggi dan berlebihan untuk kedua kejadian di atas.
  • Panas berlebihan pada pengoperasian jika dibandingkan suhu fluida. Bisa disebabkan oleh Clearance / Gap antara MechanicalSeal dan Stuffing Box sangat kecil dan kurang toleransi. Disini letak pentingnya kita mengetahui dimensi Stuffing Box pada saat pemilihan tipe MechanicalSeal.
  • Fluida proses kotor dan terkontaminasi (COKING). Prosesnya dikarenakan uap fluida yang melewati 2 sealface berubah menjadi solid karena sifat fluida produk tersebut.
  • Fluida produk mengalami evaporasi (CRYSTALIZING). Silakan lihat pompa-pompa fluida yang mengandung garam, seperti RO Pump atau produk yang mengandung bahan kimia.
  • Kurang baiknya sistem pendukung MechanicalSeal.

AKIBAT yang ditimbulkan:

Deposit atau kerak yang muncul, dapat menyebabkan ROTATING SEALFACE macet. Kemacetan ini akan berdampak pada titik sealing di 2 tempat:

  1. O-ring di rotary sealface dan
  2. Contactface

Coba perhatikan gambar di bawah:

layoutcoking

Agung Wiendarto – MechanicalSeal e-Learning Indonesia
mechanicalseal [at] gmail.com

Lisensi Dokumen:
Copyright © 2005-2011 MechanicalSeal.Wordpress.Com
Seluruh dokumen di MechanicalSeal.Wordpress.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari MechanicalSeal.Wordpress.Com

Diskusi

7 thoughts on “Apa itu COKING, apa itu CRYSTALYZING?

  1. terimakasih atas informasinya, hal coking dan crystalized ini apakah ada solusinya?

    mohon petunjuk.

    thanks

    bkh
    Tanggapan MechanicalSeal:

    Akhirnya ada yang kritis dan jeli. Seharusnya memang sekalian dengan solusinya, namun kami ingin adanya feedback dari pembaca. Baik, besok, permintaan Anda akan tampil bersama dengan permintaan grade-grade material contact face.

    Salam hangat,

    MechanicalSeal

    Posted by BKH | September 1, 2006, 11:13 am
  2. NURCHOLIS-BEKASI SEPTEMBER 3, 2006
    Menanggapi pertanyaan Mr. BKH.
    Penyebab utama problem cooking & kristalisasi pada mechanical seal adalah diakibatkan oleh terlalu tingginya temperature pada fluida, disebabkan beberapa hal yang sudah disebutkan diatas oleh Mr. Mecanical Seal, selain itu juga memang media yang diproses juga memerlukan temperatur tinggi ditambah lagi panas dari gesekan seal face.
    Solusi untuk problem cooking & crystalized menurut sedikit pengetahuan kami diantaranya:
    1. Menggunakan double mechanical seal, type bact to back maupun face to face design, dan pressurized/tekanan pada barrier fluid harus diberikan lebih besar >2 Bar diatas tekanan stuffing box (API PLAN 53/54) dengan tujuan partikel solid pada fluida akibat suhu panas yang ditimbulkan gesekan antara seal face akan didorong/dibilas oleh tekanan barrier fluid sehingga tidak sempat menumpuk diantara kedua seal face,karena partikel solid yang timbul jika dibiarkan akan semakin keras yang kemudian dapat menggerus seal face material apapun.
    2. Pada Single seal design, menggunakan sistem pendukung Flushing, biasanya media flushing diambil dari saluran Discharge dari pompa dengan tujuan selain sebagai pembilas juga diharapkan tekanan pada stuffing box akan meningkat sehingga dengan bertambahnya tekanan pada ruang stuffing box titik didih fluida akan semakin tingi pula. Sebagai contoh air pada tekanan 1 kg/cm2 akan mendidih pada temperatur 100 derajat celcius, namun jika tekanan pada suatu ruang ditingkatkan menjadi 3 kg/cm2 mungkin air akan mendidih pada temperatur 300 derajat celcius.
    3. Sistem pendukung lainnya menggunakan alat pendingin/cooler, API PLAN 23 : Cairan dari stuffing box dipompakan menuju cooler, kemudian media media yang sudah digin dialirkan kembali ke seal chamber / ruang mechanical seal. Selain itu juga dapat dilakukan dengan mengalirkan cairan dingin dari external menuu seal chamer dengan syarat media harus compatble dengan media yang dipompa.

    Demikian tanggapan saya mungkin masukan dari Mr. Mechanical Seal atau yang lain dapat lebih melengkapi hal ini.
    Salam.

    Posted by Nurcholis | September 3, 2006, 9:48 pm
  3. Kalo 1st recommendation untuk mengatasi coking dan kristalisasi menggunakan double mechanical seal (Plan 53) saya kurang sependapat. Semuanya bergantung pada liquid/fluida process. Pada API 682 Standard ada guidance yg cukup membantu berikut flowchartnya.
    Untuk Double mechanical seal (Plan 53) itu di pakai dan benar2 di pakai jika liquidnya itu sangat Toxic dan flammable (tidak boleh leakage ke environment karena bisa membahayakan atau terbakar).
    Sebenarnya kita bisa mengkombinasikan Plan 23 (Cooler), Plan 62 (Quenching), Plan 52, Plan 72, dan Plan 72/75/76 (suitable untuk LNG Application/Hydrocarbon). Karena jika kita langsung specifiy Double Mechanical seal maka akan sangat mahal harganya.
    Semuanya dengan pertimbangan secara tekniks dari Mechanical seal vendor dan juga approval contractor/client.

    Posted by T.Prasetyo | April 8, 2009, 4:30 pm
  4. Setuju Pak Prasetyo, semuanya tergantung liquid/fluida proses. Unsur tehnis dan nilai ekonomis sangat penting sebagai pertimbangan untuk pemilihan design suatu mechanical seal. Khususnya untuk kasus diatas (aplikasi coking/cristalizing) dengan segala system pendukungnya (untuk di OIL & Gas Industries dikenal dengan standard API PLAN) tujuannya adalah agar mechanical seal tersebut dapat berumur panjang dan memperbaiki MTBF.
    Dilihat flowchart dalam API Standart 682 Third Edition, baik untuk Non-hydrocarbon, Non-flushing hydrocarbon, Flushing hydrocarbon, jika fluidanya Cristalizing / Coking (T>350 deg F or known coking service) menggunakan Arrangement 2, yaitu design Double Mechanical Seals.
    PLAN 62 membantu pembilasan dari sisi luar seal.
    PLAN 71,72,73,74,75,76 digunakan untuk double mechanical seal yang mana fluida yang di seal maupun fluida buffernya bersifat Dry/Gas

    Double mechanical seal seal = menggunakan 2 set mechanical seal dalam satu unit, yang satu set langsung berhubungan dengan fluida proses (sisi proses), yang satu set lagi sebagai backup (sisi atmosfer) jika ada kebocoran mechanical seal sisi proses masih ada backup satu lagi, jadi jika cairan yang bocor beracun/mudah terbakar tidak langsung ke atmosfir yang sangat membahayakan.

    Plan 52 diperuntukkan untuk double mechanical seal fluidanya sebagai Buffer fluid, digunakan jika media yang diseal beracun/toxic, fluida yang mudah terbakar, pertimbangan kesehatan lingkungan, ataupun fluida yang sifat lubrikasinya kurang sehingga diperlukan double mechanical seal dan cairan buffer / pendamping (PLAN 52) agar kedua seal tersebut tidak terjadi dry-running, apalagi jika putaran shaftnya tinggi.
    Plan 53 digunakan untuk double seal juga jika Plan 52 tidak mampu bekerja dengan baik. Contohnya jika fluida yang di seal adalah yang mengandung Slurry maupun yang cenderung mengkristal, misalnya: Calcium carbonat (Ca Co3), Salt (Nacl), Caustic soda (Na Oh), Resin, Limbah kotor yang mengandung lumpur/pasir lebih cocok menggunakan PLAN 53 (pressurized) tujuannya kedua seal (double seal) tadi bekerja dengan cairan Barrier (harus compatible dengan fluida proses) agar lifetime seal tersebut relative lebih lama dibandingkan menggunakan system PLAN 52, karena jika lapisan film yang bekerja adalah fluida yang mengkristal ataupun kotor tadi, kedua face proses tersebut akan lebih cepat tergerus/aus sehinnga penggantian seal face akan lebih sering dan hal tersebut tidak ekonomis.

    Terima kasih,

    Salam
    Nurcholis-Bekasi

    Posted by nurcholis | Desember 21, 2009, 1:03 pm
  5. mekseal apa yg cocok utk air laut, krn shaft kami sering berkerak,

    Posted by purwo | Maret 23, 2011, 3:10 pm
  6. sebenarnya untuk lebih tepatnya,alangkah baiknya harus dilihat dulu akar masalanya,apakah yang timbul kerak ada pada posisi shaft yang terpasang mechanical seal/diluar mechanical seal.menurut kami mechanical seal yang cocok dengan air laut, materialnya yang tahan korosif. karena air laut menimbulkan kerak ,untuk disain mechanical seal springnya tidak kontak dengan produk.(material seal, Sic, Carbon dan Viton).thanks.

    Posted by Mr.zack | April 26, 2011, 9:48 pm
  7. Terima kasih bapak-bapak penjelasannya. Tapi sepertinya solusi mengatasi permasalahan di atas (cooking & crystalized) masih ngambang yah.Pada kasus cooking & cristalized sampai saat ini saya belum menemukan solusi mengatasi permasalahannya.Mechanical seal yang saya tangani type Doubel dengan API PLAN 11/52, dan buffer fluid GT 34.
    Media proses yang di pompa kan Amine, dengan temperarur berkisar 180 deg F, discharge 1200 psi serta speed 2800 rpm.
    Mungkin bapak-bapak bisa memberi masukan langkah-langkah apa yang harus di lakukan. Atau dengan meng UPGRADE API PLAN nya.

    Salam.
    Pakde Pendopo.

    Posted by Rasiman | Februari 28, 2013, 10:58 am

Pendapat Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Komputer kantor tidak ada fasilitas browsing internet? Cukup klik untuk terima notifikasi dari website MechanicalSeal Indonesia kapanpun juga.

Bergabunglah dengan 37 pengikut lainnya

Jumlah Kunjungan

  • 119,359 hits
%d blogger menyukai ini: